Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelebihan Investasi Properti Dengan Solusi Pasif Income

Kali ini mengangkat sebuah topik bagaimana kelebihan investasi properti dengan solusi pasif income. Alasannya, apa yang disebut aset  oleh kalangan menengah, belum tentu aset untuk kalangan atas. Karena apa yang disebut aset, harus bisa membayar liabilitas, salah satunya dari pasif income.

kelebihan investasi properti
Sumber:medcom.com

Dari sekilas pembahasan, mungkin anda sudah memahami bagaimana kelebihan investasi properti. Namun, yang menjadi catatan pentingnya adalah menghadirkan solusi pasif income, baik pasif income sebagai solusinya atau solusi untuk pasif incomenya.

Mengulas Seputar Aset Properti yang Bukan Aset

Pandangan kalangan menengah ke bawah, apa yang disebut aset sudah dianggap hal yang menguntungkan. Seseorang yang memiliki tanah, dianggap memiliki aset. Alasanya, tanah aset kalau dijual bisa berharga mahal.

Tetapi, setiap tahun harus membayar pajak PBB. Semakin luas tanah, pajak yang ditanggung semakin besar. Itu artinya, ada beban atau liabilitas yang mengurangi keuntungan.

Bila tanah sudah berbentuk bangunan atau properti, otomatis biayanya jauh lebih besar seperti biaya listrik, perawatan, bahkan penjagaannya. Artinya, properti bukanlah aset walaupun stampel ini agak masih ambigu.

Namun yang pastinya, dalam memilih properti, harus memperhatikan investasi yang matang, baik jangka pendek dan panjang, yang tujuannya profit.

Langkah Yang Perlu Diperhatikan dalam Meraih Properti sebagai Aset

Pemilik properti harus mencari solusi atas pengeluaran biaya liabilitas. Ini akan menjadikan investasi properti sebagai aset bukan justru memproduksi liabilitas. Biaya liabilitas bisa diatasi dengan penyewaan.

1. Menjadikan properti penyewaan

Bisa saja anda memilih penghasilan untuk membayar liabilitas dengan membuka tempat penyewaan.

Hanya saja, menjadikan properti sebagai sewaan perlu memperhatikan keberadaan properti, target market, peraturan, keamanan dan juga hal lain yang lebih mendukung perjalanan aset pasif income yang menguntungkan.

Karena itu, tidak semua properti bisa untuk dikomersilkan yakni menjadi tempat penyewaan. Dengan alasan ini, pemilihan properti harus sesuai dengan tujuannya diawal yaitu menjadikan properti komersial.

2. Membeli untuk menjual kembali

Kelebihan investasi properti dengan solusi pasif income tentu bukan cara membeli properti untuk menjual kembali. Dalam arti, anda hanya menjadi broker. Status broker bukan investor karena bisa jadi tidak ada properti yang didiamkan.

Namun, langkah membeli untuk menjual kembali sudah masuk dalam rencana investasi yakni menjadikan properti sebagai aset. Bila sebagai aset, liabilitas harus dibayar.

Solusi pasif income-nya teralihkan ketika properti terjual. Biaya liabilitas atas properti yang sudah terlewat memang tidak dianggap sebagai tambahan harga properti ke depan. Namun, anda bisa membuat strategi perhitungan harga jual properti yang mampu membayar liabilitas sebelumnya.

Caranya yang perlu diperhatikan:

  • Membeli properti disaat pemilik BU agar terjual murah
  • Menyiapkan uang tunai sesuai harga rumah
  • Melihat potensi perkembangan harga properti dengan menghitung pengeluaran biaya liabilitas
  • Mampu memanfaatkan momentum untuk menjual


Cara di atas, prinsip pasif income-nya bersifat perhitungan keuntungan masa depan. Lebih bersifat hanya hitung-hitungan di atas kertas.

Meningkatkan Harga Jual Properti dengan Menyentuh Kepentingan Bisnis

Properti yang sudah terbukti menghasilkan keuntungan lain seperti dari bisnis biasanya memiliki nilai jual yang tinggi ketika propertinya di jual. Tentunya, investor akan melirik properti yang mampu menghasilkan pasif income dari penyewa. Misal anda memiliki beberapa ruko dan kios.

Anda berniat menjual properti komersial yang memiliki kepentingan bisnis karena memang ada kebutuhan lain yang harus meninggalkan kepemilikan properti, misalnya.

Modal awal hanya mengeluarkan 3 miliar misalnya untuk ruko. Anda bisa menjual 5 miliar tanpa susah payah karena peminatnya dari kalangan investor yang melirik pasif income penyewaan.

Memang, resikonya, sedikit market yang melirik properti yang tujuannya bukan untuk hunian si pemilik properti.

Properti Komersial Membangun Modal dengan Patungan

Properti komersial biasanya properti umum, yang bebas dipakai siapa saja yang berminat. Properti  komersial tidak hanya berjenis hotel. Rumah, ruko bahkan kantor pun masuk dalam jenis properti komersial. Intinya, properti yang menghasilkan pasif income dianggap properti komersial

Ketika ada properti komersial yang dijual, pembeli properti komersial pun bisa dengan melakukan teknik patungan. Misalnya, sebuah perkumpulan 5 orang berniat membeli sebuah hotel yang seharga 20 miliar. Maka masing-masing membayar 4 miliar. Otomatis pembeliannya diringankan. Ini menjadi kelebihan dari investasi properti yang memiliki pasif income.

Posting Komentar untuk "Kelebihan Investasi Properti Dengan Solusi Pasif Income"