Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerjasama Developer Properti Dengan Pemilik Tanah

Kerjasama developer properti dengan pemilik tanah memang sudah menjadi keharusan. Mengapa demikian? Karena bisnis seorang developer adalah bisnis pembangunan properti. Kalau tidak tidak ada tanah, bagaimana developer akan membangun properti?

Sumber: propertinews.com


 

Kerjasama developer properti perumahan dengan pemilik tanah bukan selalu dalam hal pembagian hasil, tentunya, ada beberapa macam kerjasama developer properti dengan pemilik tanah. Berikut beberapa macam kerjasama developer dengan pemilik tanah yang poin-poinnya dilansir dalam laman Asriman.

Menawarkan dengan Harga yang Lebih Tinggi dari Permintaan Pemilik Lahan


Kunci utama developer properti mendapatkan peluang tanah adalah si pemilik tanah mau menjual. Ini point penting bagi seorang developer properti. Bisa jadi, pemilik tanah tidak mau menjual tanahnya, berapapun harganya.

Bisa saja, pemilik tanah menerima tanah miliknya dijual dengan harga mahal. Namun, bisa jadi, pemilik tanah memberikan satu alternatif: dibayar tunai. Jelas, pembayaran tunai bukan solusi terbaik untuk developer properti yang minim modal.

Cara lain yang bisa ditawarkan tentu menawarkan harga jual yang lebih mahal dari yang ditawarkan pemilik tanah. Jelas, pemilik tanah akan merasa diuntungkan. Namun, perlu saling menguntungkan yakni membayar dengan cicilan. Ini bentuk kerjasama antara developer properti dengan pemilik tanah.

Menawarkan Sistem Bagi Unit kepada Pemilik Lahan

Kerjasama developer properti dengan pemilik tanah bisa menggunakan cara penawaran sistem bagi unit atau bagi bangunan. Artinya, developer properti membayar kepada pemilik tanah dengan diwujudkan dalam bentuk bangunan.

Mengenai jumlah persentase pembagian atau dalam arti berapa banyak unit bangunan yang diberikan untuk pemilik tanah, tentu bergantung kesepakatan. Intinya, ada pembangian unit bangunan properti bukan diserahkan sepenuhnya untuk pemilik tanah.

Ketika unit properti sudah dibagi, katakanlah mendapat beberapa rumah, bisa diserahkan keputusan penggunaan propertinya oleh pemilik tanah, apakah mau dijadikan tempat rumah sewa, dijadikan investasi atau dijual bersama rumah-rumah lain.

Cara seperti itu memang agak merepotkan dalam pengaturan harga tanahnya dengan jumlah harga properti yang dibagi. Karena untuk pembangunan properti sendiri belum jelas seperti apa, apakah properti subsidi atau seperti apa.

Menawarkan Bagi Hasil dengan Pemilik Lahan

Cara kerjasama developer dengan pemilik tanah menggunakan cara bagi hasil memang cara mudah dan tentunya murah. Hanya saja, ini perlu kepercayaan tinggi dari pihak pemilik tanah agar mau kerjasama bagi hasil.

Bagi hasilnya tetap dengan cara developer properti membeli tanah dari pemilik tanah. Hal ini untuk memberikan keyakinan mengenai pelepasan tanah untuk dibangun properti. Ketika proyek tidak berhasil, setidaknya pemilik tanah tidak dirugikan.

Mengenai bagi hasilnya, tentu dengan menawarkan keuntungan. Artinya, kalau misalkan harga tanah bisa dijual dengan harga 100 juta tanpa kerjasama bagi hasil, dengan bagi hasil tentu perolehan uangnya jauh lebih besar semisal 200 juta.

Memang, cara bekerjasama bagi hasilnya bukan sekedar main untungan persentasi. Pemilik tanah perlu juga menentukan harga dasar tanah dan perolehan keuntungan nantinya.

Menawarkan Cara Pembayaran Bertahap Berdasarkan Unit Terjual

Cara kerjasama developer properti dengan pemilik tanah dengan melakukan pembayaran bertahap berdasarkan unit terjual, masih sama dengan cara bagi hasil yang sudah dijelaskan. Pembedanya hanya pada cara pembayarannya saja.

Cara bagi hasil setiap unit properti terjual jauh lebih meringankan beban developer dan juga jauh lebih menenangkan dan mengamankan pihak pemilik tanah. 

Setiap unit yang terjual, developer membagi hasil dengan pemilik tanah.

Kerjasama Bagi Hasil Sebatas Dari Pembangunan Properti

Kalau cara kerjasama bagi hasil di atas, kepemilikan tanahnya sudah diambil alih developer. Dalam cara kerjasama bagi hasil sebatas dari pembangunan properti, kepemilikan tanahnya tidak diambil alih developer. Hal ini terjadi karena sukarela pemilik tanah agar dibangun perumahan guna menghasilkan keuntungan.

Bisa saja, pemilik tanah berkeinginan memiliki properti namun tidak memiliki dana. Nah, pihak developer properti bisa bekerjasama dengan memberikan dananya. Di sinilah terjadi kerjasama bagi hasil yang fokusnya pada hasil keuntungan pembangunan properti.

Posting Komentar untuk "Kerjasama Developer Properti Dengan Pemilik Tanah"