Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Akta Jual Beli, PPJB, dan PJB

Memahami akta jual beli, PPJB dan PJB perlu diperhatikan guna mendukung perjalanan jual-beli dalam bidang properti. Biasanya, dalam proses jual-beli properti seperti tanah dan bangunan lainnya sering ada istilah Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Pengikatan Jual Beli (PJB), Akta Jual Beli (AJB).

Sumber:kfmap.asia



Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), Pengikatan Jual Beli (PJB), Akta Jual Beli (AJB) adalah meruakan kegiatan peralihan hak tanah dengan proses dan bentuk perbuatan hukum yang berbeda antara ketiganya.

Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)

Sebelum membuat AJB atau disebut Akta Jual Beli resmi pada pejabat PPAT, proses jual-beli melakukan pengikatan sementara dengan PPJB. Isinya biasanya seputar kesepakatan penjual-pembeli dalam menjual/membeli properti yang disertai uang muka atau uang sesuai kesepakatan.

Beberapa hal yang harus ada dalam PPJB sebagai berikut:

1. Subjek saling berkaitan

Tentunya yang saling berkaitan yaitu antara penjual dan pembeli. Biasanya hanya mengandalkan data KTP bila penjual dan pembeli adalah orang pribadi, bukan lembaga atau perusahaan.

2. Objek yang diperjanjikan

Objek properti yang diperjanjikan sesuai apa yang tertulis dalam sertifikat seperti SHM atau SHGB. Namun ini bila sudah memiliki sertipikat. Berbeda bila belum memiliki sertipikat, bisa pada alas haknya seperti girik dan sejenisnya.

3. Pasal-pasal dalam PPJB

Dalam PPJB terdapat pasal-pasal sebagai berikut:

  • Pasal kesepakatan cara pembayaran dari pembeli ke penjual, bisa berupa tanda jadi, uang muka atau juga waktu pembayaran.
  • Pasal tentang pengaturan perjanjian secara umum yakni seperti menerima penjualan sesuai jadwal yang sudah disepakati, hak pembeli menerima pembelian objek.
  • Pasal seputar sanksi akibat penyelewengan terhadap janji jual-beli objek properti.
  • Pasal tentang penyelesaian permasalahan seperti dimulai dari secara kekeluargaan sampai pada proses peradilan perdata.


Pengikatan Jual Beli (PJB)

Dalam membuat Pengikatan Jual Beli membutuhkan akta notaris. Karena itu, isinya berisi kesepakatan antara penjual dan pembeli dalam menjual properti. Beberapa alasan dalam membuat PJB seperti alasan belum pelunasan atau sudah pelunasan atau masalah lainnya.

1. PJB Lunas

Pembuatan PJB luas bila memang pembayaran sudah lunas akan tetap pajak-paak jual beli belum dibayarkan, sertipikat tanah masih dalam pengurusan dan yang lainnya. Karena itu, Akta Jual beli belum bisa dilaksanakan.

2. PJB Tidak Lunas

PJB tidak lunas tentunya dibuat karena ada pembayaran harga jual-beli yang belum lunas yang seharusnya diterima oleh penjual secara total pembayaran. Dalam hal ini, berisi uang muka, cara terima pembayaran, waktu pelunasan, saksi-saksi. Dalam pelunasan, nantinya PJB Tidak Lunas ditindaklanjuti dengan AJB.

Akta Jual Beli (AJB)

AJB adalah akta yang memang dibuat secara khusus, otentik oleh pejabat PPAT sebagai bentuk bukti peralihan hak atas tanah dan juga bangunan. Pembuatan Akta Jual Beli (AJB) diatur dalam peraturan dalam Peraturan Kepala Badan Pertahanan Nasional atau disingkat Perkaban. Peraturan ini dibuat sudah semenjak tahun 2012 tentang pendaftaran tanah.

Pembuatan AJB memang setelah pembayaran pajak-pajak yang ada sudah dibayarkan oleh para pihak sesuai dengan kewajibannya pada masing-masing, baik pajak penjual atau pajak pembeli. Pajak penjual berupa Pajak Penghasilan (PPh) final dan pajak pembeli berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

PPh final sekitar 2,5% yang didapatkan dari nilai perolehan hak. Sedangkan besaran BPHTB sekitar 5% yang berasal dari nilai peroleh hak setelah mengalami pengurangan nilai Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Nilai NPOPTKP berbeda untuk tiap wilayah.

Beberapa rumusnya seperti ini:

  • PPh = 2,5 % x Nilai peralihan hak
  • BPHTB = 5% x (Nilai peralihan hak – NPOPTKP)


Untuk mengetahui NPOPTKP bisa mengandalkan informasi dari Dinas Pendapatan Daerah. Kebetulan, BPHTB sudah diurus pemerintah daerah masing-masing.

Sumber: Asriman.com

1 komentar untuk "Memahami Akta Jual Beli, PPJB, dan PJB"

Eksistensi di Dalam situasi Masa Pandemi 16 Februari 2022 11.52 Hapus Komentar
cool ndan, lanjutkan