Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Aspek Dasar Developer Property

Developer property yang akan dibahas aspek dasar developer property-nya adalah developer properti yang mengurusi perumahan. Developer property memiliki beberapa aspek dasar yang perlu dikuasai oleh orang yang memang ingin mendalami dunia developer.

Aspek Dasar Developer Property
Sumber: Asriman.com

 

Aspek-aspek yang akan didalami developer property memang sudah menjadi keharusan. Membangun proverty tidak sekedar membuat produk rumah. Di awal melangkah sudah berurusan dengan legalitas dan biaya besar.

Berikut beberapa aspek yang point¬-pointnya dilansir Asriman yang perlu diperdalam agar menjadi developer property yang handal.

1. Aspek Legalitas

Bisnis seorang developer property adalah bisnis legalitas, atau dengan kata lain bisnis yang dari awal melangkah berurusan dengan legalitas. Legalitas berhubungan dengan dengan sertifikasi tanah atau lahan yang menjadi lahan proyek perumahan.

Banyak jenis legalitas tanah di Indonesia yang perlu anda pahami agar bisa menyiapkan langkahnya untuk penyelesaian legalitasnya, diantaranya: Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Pakai (SHP), Hak Guna Usaa, Hak Penguasaan Lahan dan yang lainnya.

2. Aspek Perencanaan

Perencanaan memiliki hubungan dengan apa yang menjadi tema arsitektur dan juga RAB (Rencana Anggarab Biaya) dari pembangunan proyek yang berencana untuk dibangun.

Perencanaan dalam tema arsitektur memang memiliki peran yang dianggap penting dalam tercapainya keberhasilan bangunan perumahan yang dilakukan developer property.

Perencanaan RAB juga tidak kalah penting yang tujuannya untuk penentuan keberhasilan proyek, apakah bisa dikembangkan atau tidak dengan biaya yang dimilikinya.

3. Aspek Kontruksi

Dalam aspek kontruksi, pemahaman yang berkaitan adalah masalah proses pembangunan fisik property, dalam hal ini perumahan. Dalam hal ini mencakup kontruksi rumah, infrastruktur, pra sarana, sarana dan juga unilitas.

Dalam mengerjakan proyek perumahan, kontruksi bisa dikerjakan sendiri atau memang mengandalkan swakelola.

4. Aspek Finansial

Aspek finansial memang yang membuat perencanaan menjadi wujud nyata pembangunan perumahan. Aspek ini juga berhubungan dengan RAB. Bahkan, RAB memang harus menyesuaikan masalah finansial.

Namun aspek finansial yang perlu ditekankan adalah melakukan perhitungan-perhitungan mengenai bagian-bagian yang akan dikerjakan dengan melibatkan finansial atau biaya, meliputi:

  • Biaya Legalitas
  • Biaya Pembangunan.
  • Biaya Operasional.
  • Pajak Penghasilan.
  • Biaya-biaya lain.


Bila memang proyek sudah berjalan, masih diperlukan pemantauan/monitoring dalam pengendalian arus kas.

5. Aspek Marketing dalam Kesuksesan Proyek

Bisa dikatakan, aspek marketing adalah ujung tombak dari sebuah bisnis, dalam hal ini bisnis property. Bisnis property tanpa marketing seperti sayur tanpa penyedap rasa.

Pemasaran atau marketing masih dianggap sebuah kegiatan yang penting guna menghasilkan penjualan rumah dalam waktu cepat. Bila memang keberhasilan penjualan tidak dengan marketing, masih jauh lebih baik bila menggunakan marketing. Karena developer perlu meminimalisir resiko kerugian di tengah pengeluaran modal yang besar.

Hal yang perlu diperhatikan ketika menginginkan kualitas aspek marketing adalah memahami marketing itu sendiri. Marketing berbeda dengan penjualan. Karena itu, marketing bukan identik dengan menghadirkan sales walau sales bisa menjadi bagian tim marketing.

Marketing adalah sistem penjualan, yang di dalamnya bisa termasuk sales penjualan. Karena marketing adalah sistem penjualan, tentu tidak hanya mengandalkan usaha iklan semata. Perlu ada upaya sistem konversi yang mampu mengubah kunjungan menjadi pembelian.

Di era online, membangun sistem marketing jauh lebih dimudahkan. Apalagi, konsumen sekarang lebih memilih mencari rumah via online, lewat situs property daripada lewat media cetak.

Sistem marketing sekarang dibutuhkan media website, setidaknya untuk menampung beberapa properti yang sedang ditawarkan. Dengan membuat website, pengembang bisa melakukan upaya iklan guna menyebarkan informasi ke banyak target.

Demikianlah pembahasan seputar aspek dasar pengetahuan menjadi developer properti.

Posting Komentar untuk "5 Aspek Dasar Developer Property"