Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Punya Rumah Berkelanjutan untuk Hidup yang Lebih Tenang

Pernahkah Anda mendengar tentang rumah berkelanjutan? Istilah ini mungkin belum populer bagi masyarakat awam di Indonesia, tapi di dunia arsitektur, konsep ini sedang “naik daun”. Untuk tahu lebih banyak tentang konsep ini serta tips punya rumah berkelanjutan, mari kita simak artikel di bawah ini.

Mengenal Lebih Jauh tentang Rumah Berkelanjutan


Pada dasarnya, rumah berkelanjutan adalah rumah yang memanfaatkan energi alam, sehingga akan hemat energi. Sebagai contoh adalah rumah yang memiliki bukaan jendela dan pintu besar, sehingga cahaya dan angin akan lebih banyak masuk dan akhirnya membutuhkan lebih sedikit listrik.

Menurut arsitek Mande Austriono, rumah yang dibangun dengan konsep ini tentunya akan lebih ramah lingkungan, nyaman untuk ditinggalinya, dan tentunya lebih sehat untuk orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Ada tiga prinsip yang perlu dipenuhi oleh rumah berkelanjutan. Pertama adalah prinsip sosial. Maksudnya adalah bagaimana rumah itu dapat “hidup” dalam masyarakat dan tetangga sekitar. Rumah kita baiknya jangan tertutup, agar interaksi dan sosialisasi dengan tetangga dapat lebih terjalin.

Kedua, berkaitan dengan lingkungan. Ini merupakan salah satu pengaruh dari rumah berkelanjutan yang sangat positif. Rumah berkelanjutan haruslah bisa mengurangi emisi, mengurangi efek rumah kaca, hemat air dan energi, memproduksi limbah rumah tangga yang minim, hingga masa pakai rumah dan barang-barang yang panjang.

Ketiga adalah prinsip ekonomi. Bagaimana rumah berkelanjutan dapat menghemat uang selama pembangunan dan saat dipakai oleh penghuni, rumah ini tetap membutuhkan biaya yang minim untuk perawatan dan operasional sehari-harinya.

Tips Punya Rumah Berkelanjutan


Selain ketiga tips di atas, ada kiat-kiat yang perlu dipikirkan dan dilakukan ketika ingin membangun rumah berkelanjutan. Di awal ketika perencanaan, sebelum pembangunan, semuanya harus dipikirkan secara terkonsep dan matang. 

Sebagai klien, Anda harus tahu apa yang diinginkan dan apa yang ingin dicapai dari memiliki rumah ini. Anda tidak perlu tergiur dengan model rumah ataupun perabot kekinian, tapi harus paham yang dibutuhkan dan apa yang akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan.

Selanjutnya, klien dan arsitek harus memerhatikan anggaran. Ini sangat krusial, karena biasanya saat pembangunan akan muncul biaya yang tidak terduga. Ada tiga anggaran yang penting, yaitu uang untuk arsitek dan desainer interior jika dibutuhkan dan dana untuk membeli perabotan rumah.

Mengubah pola pikir, adalah tips selanjutnya. Ketika membuat desain rumah, pastikan bahwa desain menyesuaikan anggaran yang ada, bukan sebaliknya. Hal ini berlaku juga untuk pemilihan perabotan. Tips selanjutnya, kita perlu mengingat apa penyebab dari rumah berkelanjutan.

Ya, betul, rumah berkelanjutan muncul karena ide berkelanjutan (sustainability). Untuk ini, Anda sebagai klien harus mengetahui kebutuhan Anda, sehingga tidak mudah tergiur dengan hal-hal lain yang hanya sedang tren, tapi tidak dibutuhkan.

Apakah rumah berkelanjutan harus mengusung konsep minimalis? Sebetulnya, bagaimana bentuk dari rumah berkelanjutan kembali lagi pada kebutuhan klien. Anda sebetulnya bisa mengubah rumah lama Anda menjadi rumah berkelanjutan.

Caranya adalah dengan mengevaluasi kebutuhan keluarga dan melihat apakah ada ruang dalam rumah yang perlu penyesuaian. Misalnya, jika Anda tinggal di rumah dengan lima kamar, tapi ternyata Anda hanya membutuhkan tiga kamar, Anda bisa mengubah dua lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Rumah Berkelanjutan, Rumah dengan Ide yang Matang


Aspek yang penting tapi sering terlupa dalam perencanaan arsitektur berkelanjutan adalah penempatan bangunan. Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa rumah berkelanjutan harus berada di tempat yang asri seperti di tengah kebun atau hutan, padahal tidak seperti itu.

Membangun rumah di tempat yang tidak seharusnya justru akan mengubah dan bisa membawa pengaruh buruk untuk lingkungan. Baiknya, kita membangun rumah di lokasi yang sudah ada atau di lokasi yang memang direncanakan untuk permukiman.

Keberlanjutan sosial di arsitektur merupakan salah satu tips punya rumah berkelanjutan. Desain rumah berkelanjutan yang baik akan mendekatkan pemilik pada komunitas sekitar, dan turut menjadi bagian dalam pembangunan dan pengembangan komunitas.

Misalnya dalam konteks satu rumah, setiap orang dapat punya kamar tidur sendiri, tapi dapat menggabungkan ruang komunal, seperti ruang tamu, ruang belajar atau bekerja, dan kamar mandi yang digunakan bersama.

Jika mengingat salah satu alasan utama rumah berkelanjutan ada, yaitu karena faktor lingkungan, berarti arsitek perlu memikirkan dengan matang desainnya agar bisa menggunakan lebih sedikit energi. Hal ini bisa dicapai misalnya dengan membuat langit-langit yang tinggi, menggunakan panel surya, dll.

Selain itu, memiliki area khusus untuk menanam dan mengompos juga bisa menjadi salah satu hal yang dimiliki oleh rumah berkelanjutan. Jika Anda mau melihat lebih luas, sebetulnya desain rumah Indonesia berkelanjutan ada banyak lho.

Rumah Tradisional Berkelanjutan di Indonesia

Salah satu desain rumah tradisional Indonesia yang memenuhi prinsip rumah berkelanjutan ada di Desa Adat Kampung Naga, Jawa Barat. Kepemilikan rumahnya diwariskan turun-temurun melalui anak perempuan tertua, sehingga dapat dipastikan rumah di kampung ini dapat digunakan bertahun-tahun.

Jarak antar rumah juga diatur oleh aturan adat, sehingga rumah di Kampung Naga pola pembangunannya teratur dan tidak terlalu dekat dengan rumah lainnya. Ini tentunya menguntungkan, misalnya jika ada satu rumah yang terbakar, api akan merembet lebih lama karena tertahan jarak.

Setiap rumah di Kampung Naga terdiri dari ruang depan (tepas/emper), ruang samping atau kamar (pangkeng), ruang tengah (tengah imah/petengahan), dan ruang belakang yang terdiri dari Goah dan dapur (pawon).

Masyarakat Kampung Naga tidak diperbolehkan menggunakan listrik, sehingga untuk pencahayaan malam hari warga menggunakan lampu minyak tanah. Sedangkan pada siang hari cahaya matahari masuk melalui bukaan jendela dan bagian lubang di atap yang ditutup dengan material transparan.

Selain pencahayaan yang baik, kualitas udara dalam rumah juga baik karena hunian memiliki desain rumah panggung, material dinding dan pintu dari anyaman bambu, dan terdapat lubang ventilasi di bagian dinding atas rumah.

Tips punya rumah berkelanjutan yang bisa dicontoh dari rumah Kampung Naga salah satunya adalah tempat penyimpanan air terpusat yang terpisah dari rumah tinggal. Air berasal dari air pengunungan. Penyimpanan dibuat terpusat dapat menimbulkan kesadaran bersama untuk merawatnya bersama.

Untuk limbah yang dihasilkan dari tiap rumah, juga dimanfaatkan dengan baik oleh warga Kampung Naga. Mereka menggunakan limbah padat sebagai makanan ikan, sedangkan limbah lainnya dijadikan barang kerajinan.

Hal lain yang perlu dikagumi adalah peraturan untuk tidak membuka lahan baru, serta pengaturan lahan pembuatan rumah yang konsisten, sehingga lansekap alami desa tetap bertahan. Setiap warga memiliki jatah lahan masing-masing dengan pembagian yang merata.

Penutup

Pada dasarnya, tidak ada yang baru dan istimewa dari tips punya rumah berkelanjutan. Yang perlu diperhatikan adalah memahami kebutuhan diri dan keluarga, perencanaan yang matang, konsistensi dalam merawat dan melakukan kegiatan yang dapat menjaga rumah, beserta alam dan sosial Anda.

Posting Komentar untuk "Tips Punya Rumah Berkelanjutan untuk Hidup yang Lebih Tenang"